Masih tingginya angka kematian yang di akibatkan oleh Diare menyebabkan para praktisi dan pekerja kesehatan harus bekerja keras untuk mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh diare. Selain cara pengobatan untuk para pendirita diare di upayakan juga promosi dan kampenye pencegahan penyakit diare salah satu kampanye yang sangat gencar di gaung kan oleh para praktisi kesehatan adalah kampanye cuci tangan pakai sabun. Dengan promosi dan kampanye tersebut diharapkan seluruh komponen masyarakat akan bergerak untuk melakukan cuci tangan dengan sabun pada waktu - waktu yang di perlukan.Waktu - waktu penting yang wajib untuk melakukan cuci tangan pakai sabun adalah:
- Sebelum dan sesudah makan
- sebelum menyiapkan makan
- sesudah buang air besar di toilet
- setelah menyentuh sampah ata kotoran
- setelah membersihkan bayi
- setelah bekerja atau bermain bagi anak - anak
Walaupun kegiatan cuci tangan merupakan hal yang gampang dan mudah untuk dilakukan tapi masih sedikit masyarakat yang telah memperaktekkannya bahkan menjadikan kegiatan cuci tangan menjadi kebiasaan yang harus dilakukan secara continue.
Untuk itu kita harus membidik anak - anak sekolah dasar agar dapat menjadi agen penggerak dan promosi cuci tangan dengan sabun. diharapkan dengan terlibatnya anak - anak sekolah dasar mempromosikan cuci tangan tersebut akan mempercepat penyebaran praktek cuci tangan yang di motori oleh anak - anak di bangku sekolah dasar.
Agen anak - anak tersebut akan menyebarkan informasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun kepada teman - teman sebayanya di sekolah dan di lingkungan rumah secara terus menerus. Diharapkan satu agen anak dapat menyampaikan informasi cuci tangan pakai sabun kepada 5 orang anak yang berbeda setiap harinya, dengan demikian dalam satu bulan pesan tentang cuci tangan pakai sabun akan menyebar ke 150 anak.
Apabila di satu sekolah dasar memiliki 20 agen anak yang nyeberkan dan menyampaikan pesan cuci tangan pakai sabun makan dalam sebulan akan ada 3000 anak yang akan mendapatkan pesan cuci tangan pakai sabun.
Dengan disampaikannya pesan tersebut secara terus menerus di harapkan anak - anak akan terbiasa melakukan dan memperaktekkan cuci tangan pakai sabun setiap harinya pada waktu-waktu yang penting untuk cuci tangan. Nantinya akan menjadi kebiasaan anak - anak untuk mencuci tangan dan menjadi budaya bagi anak- anak di sekolah dasar untuk mencuci tangan. Diharapkan praktek cuci tangan dengan sabun akan menjadi wabah yang baik bagi anak - anak sekolah dasar yang akan merubah pemikiran orang dewasa untuk mau dan ikut mempraktekkan cuci tangan pakai sabun.
Untuk itu kita harus membidik anak - anak sekolah dasar agar dapat menjadi agen penggerak dan promosi cuci tangan dengan sabun. diharapkan dengan terlibatnya anak - anak sekolah dasar mempromosikan cuci tangan tersebut akan mempercepat penyebaran praktek cuci tangan yang di motori oleh anak - anak di bangku sekolah dasar.
Agen anak - anak tersebut akan menyebarkan informasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun kepada teman - teman sebayanya di sekolah dan di lingkungan rumah secara terus menerus. Diharapkan satu agen anak dapat menyampaikan informasi cuci tangan pakai sabun kepada 5 orang anak yang berbeda setiap harinya, dengan demikian dalam satu bulan pesan tentang cuci tangan pakai sabun akan menyebar ke 150 anak.
Apabila di satu sekolah dasar memiliki 20 agen anak yang nyeberkan dan menyampaikan pesan cuci tangan pakai sabun makan dalam sebulan akan ada 3000 anak yang akan mendapatkan pesan cuci tangan pakai sabun.
Dengan disampaikannya pesan tersebut secara terus menerus di harapkan anak - anak akan terbiasa melakukan dan memperaktekkan cuci tangan pakai sabun setiap harinya pada waktu-waktu yang penting untuk cuci tangan. Nantinya akan menjadi kebiasaan anak - anak untuk mencuci tangan dan menjadi budaya bagi anak- anak di sekolah dasar untuk mencuci tangan. Diharapkan praktek cuci tangan dengan sabun akan menjadi wabah yang baik bagi anak - anak sekolah dasar yang akan merubah pemikiran orang dewasa untuk mau dan ikut mempraktekkan cuci tangan pakai sabun.


Dalam beberapa bulan ini kita tidak henti - hentinya mendengar berita tentang sepak terjang dukun cilik ponari, dari awal cerita mendapatkan kekuatan, banyaknya pasien yang datang dari hari kehari, kasus pasien yang meninggal ketika ingin berobat pada ponari, dikeluarkannya ponari dari sekolah karena habis masa izinnya sampai pada kasus penutupan tempat praktek ponari. Informasi terbaru dukun cilik ponari tentang keluarga ponari yang akan mempersiapkan pengacara untuk menuntut polisi yang telah menutup praktek dukunnya dengan alasan sejak prakteknya ditutup ponari jadi suka marah -marah.