Thursday, March 12, 2009

Banda Aceh Gempa Lagi.... Tsunami gak yaaaaaaaa


Kemarin kamis 12 Maret 2009 Banda Aceh di guncang gempa kembali. Guncangan yang menghentak tanah aceh di rasakan oleh sebahagian warga aceh. Warga yang merasakan adanya gempa langusung berhamburan keluar rumah dengan sigap dan cepat, ada warga yang lainnya melongo keheranaan karena tidak merasakan goncangan gempa.

Dari data yang di keluarkan oleh Badan meteoroligy dan geofisika melalui situs http://www.bmg.go.id memberitahukan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 17:05:07 WIB ini berkekuatan 5,3 skala richter dengan pusat gempa berada di 4.62 LU - 94.63 BT dengan kedalaman 32 km tidak berpotensi tsunami bagi warga Banda Aceh dan sekitarnya.Pusat gempa dirasakan pada 128 km BaratDaya BANDAACEH-NAD , 160 km BaratDaya SABANG-NAD , 170 km BaratDaya SIGLI-NAD , 173 km BaratLaut MEULABOH-NAD , 238 km BaratDaya BIREUEN-NAD.

Di kantor - kantor yang memiliki alat pendeteksi gempa terlihat sebahagian karyawannya yang berhamburan keluar gedung ketika mendengar alat pendeteksi gempa berbunyi. Dengan serta merta mereka berlarian menuju luar gedung. Mereka takut kalau-kalau gempa tersebut kekuatannya semakin besar jadi sesegera mungkin mereka berlari menyelamatkan diri mencri lapangan yang terbuka.

Para pekerja kantoran yang berada di lantai 2 gedung yang paling merasaka kekuatan gempa lansung tancap gas berlari menuruni tangga agar dapat meraih pintu keluar gedung ketika merasa gempa yang menghentakkan mereka.
Ada juga sebahagian pekerja yang hanya mengamati dan merasakan kekuatan gempa, tidak beranjak dari tempat duduknya dan hanya berkata "tidak kuat kok, hanya terasa sedikit." sambil terus saja melakukan aktivitasnya di depan layar komputer seolah-olah tidak ada terjadi gema.

Adapula ibu - ibu yang keheranan melihat para pekerja kantor yang berhamburan keluar gedung dengan bertanya kepada salah seorang dari mereka "ada apa?" lalu ada yang menjawab " Gempa bu." kemudian ibu itu menyela " Gempa ya... kok gak terasa yaaa, cuma sebentar yaaaa...."


Memang gempa yang terjadi di Banda Aceh kemaren sore hanya dirasakan goncangannya beberapa menit saja, sehingga tidak semua warga mengetahui adanya guncangan karena gempa. Malah ada beberapa tetangga saya tidak mengetahui adanya gempa kemaren sore ketika sore harinya saya bertanya, kata salah seorang staff kantoran yang bercerita tentang kejadian gempa kemaren sore kepad temannya.

Tuesday, March 10, 2009

Membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun Sejak di Bangku Sekolah Dasar

Masih tingginya angka kematian yang di akibatkan oleh Diare menyebabkan para praktisi dan pekerja kesehatan harus bekerja keras untuk mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh diare. Selain cara pengobatan untuk para pendirita diare di upayakan juga promosi dan kampenye pencegahan penyakit diare salah satu kampanye yang sangat gencar di gaung kan oleh para praktisi kesehatan adalah kampanye cuci tangan pakai sabun. Dengan promosi dan kampanye tersebut diharapkan seluruh komponen masyarakat akan bergerak untuk melakukan cuci tangan dengan sabun pada waktu - waktu yang di perlukan.

Waktu - waktu penting yang wajib untuk melakukan cuci tangan pakai sabun adalah:
  • Sebelum dan sesudah makan
  • sebelum menyiapkan makan
  • sesudah buang air besar di toilet
  • setelah menyentuh sampah ata kotoran
  • setelah membersihkan bayi
  • setelah bekerja atau bermain bagi anak - anak
Walaupun kegiatan cuci tangan merupakan hal yang gampang dan mudah untuk dilakukan tapi masih sedikit masyarakat yang telah memperaktekkannya bahkan menjadikan kegiatan cuci tangan menjadi kebiasaan yang harus dilakukan secara continue.

Untuk itu kita harus membidik anak - anak sekolah dasar agar dapat menjadi agen penggerak dan promosi cuci tangan dengan sabun. diharapkan dengan terlibatnya anak - anak sekolah dasar mempromosikan cuci tangan tersebut akan mempercepat penyebaran praktek cuci tangan yang di motori oleh anak - anak di bangku sekolah dasar.

Agen anak - anak tersebut akan menyebarkan informasi tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun kepada teman - teman sebayanya di sekolah dan di lingkungan rumah secara terus menerus. Diharapkan satu agen anak dapat menyampaikan informasi cuci tangan pakai sabun kepada 5 orang anak yang berbeda setiap harinya, dengan demikian dalam satu bulan pesan tentang cuci tangan pakai sabun akan menyebar ke 150 anak.
Apabila di satu sekolah dasar memiliki 20 agen anak yang nyeberkan dan menyampaikan pesan cuci tangan pakai sabun makan dalam sebulan akan ada 3000 anak yang akan mendapatkan pesan cuci tangan pakai sabun.

Dengan disampaikannya pesan tersebut secara terus menerus di harapkan anak - anak akan terbiasa melakukan dan memperaktekkan cuci tangan pakai sabun setiap harinya pada waktu-waktu yang penting untuk cuci tangan. Nantinya akan menjadi kebiasaan anak - anak untuk mencuci tangan dan menjadi budaya bagi anak- anak di sekolah dasar untuk mencuci tangan. Diharapkan praktek cuci tangan dengan sabun akan menjadi wabah yang baik bagi anak - anak sekolah dasar yang akan merubah pemikiran orang dewasa untuk mau dan ikut mempraktekkan cuci tangan pakai sabun.

Ponari korban exploitasi anak oleh keluarga


Dalam beberapa bulan ini kita tidak henti - hentinya mendengar berita tentang sepak terjang dukun cilik ponari, dari awal cerita mendapatkan kekuatan, banyaknya pasien yang datang dari hari kehari, kasus pasien yang meninggal ketika ingin berobat pada ponari, dikeluarkannya ponari dari sekolah karena habis masa izinnya sampai pada kasus penutupan tempat praktek ponari. Informasi terbaru dukun cilik ponari tentang keluarga ponari yang akan mempersiapkan pengacara untuk menuntut polisi yang telah menutup praktek dukunnya dengan alasan sejak prakteknya ditutup ponari jadi suka marah -marah.

Bila kita melihat kepermasalahan sebenarnya, keinginan keluarga ponari mempersiapkan pengacara untuk menuntut polisi bukan hanya karena ditutupnya praktek kerja ponari. Alasan yang dinyatakan oleh pihak keluarga bahwa sejak ditutupnya tempat praktek ponari jadi sering marah-marah hanya merupakan kamuflase saja. Karena yang sebenarnya dengan di tutupnya tempat praktek tersebut maka mata pencarian keluarga akan suram, keuangan akan merosat dan tidak siapnya keluarga kembali kepada kondisi awal yang hidup dengan kesederhanaan. kemarahan ponari di jadikan alat agar praktek ponari dibuka lagi, dengan dibukannya praktek maka keuangan keluarga akan membaik kembali dan mesin pencetak uang siap beroperasi kembali.

Sejak ponari tercipta sebagai mesin pencetak uang (mendapatkan sedekah dari hasil prakteknya), keluarga telah melupakan kodrat ponari sebagai anak - anak yang memiliki hak untuk bermain dengan teman-temannya, bersekolah untuk dapat hidup dalam zamannya, tidur siang, mendapatkan kasih sayang. Keluarga telah terlena dengan jumlah uang yang masuk ke kotak amal dalam jumlah yang besar setiap harinya, tanpa perlu bersusah payah mereka mendapatkan uang melalui praktek ponari. Keluarga telah menjajah ponari dengan pemaksaan kehendak yang meharuskan ponari bekerja terus menerus tanpa henti membuka praktek hingga sang dukun cilik sendiri akhirnya jatuh sakit kerena keletihan dan lelah melayani beratus-ratus bahkan beribu-ribu pasien yang datang.

Keluarga tidak menyadiri atau berpura-pura tidak menyadari bahwa sesungguhnya mereka telah melakukan exploitasi terhadap ponari. Keluarga selalu mengatakan sayang pada pasien dan juga ponari apabila sang dukun cilik tidak membuka praktek padahal yang sebenarnya tidak ada secuilpun kasih sayang yang mereka berikan kepada ponari karena mereka sebenarnya hanya sayang pada diri mereka sendiri. Dalam benak dan fikiran mereka apabila praktek ponari di tutup maka tamatlah sudah kehidupan mereka, karena mereka harus kembali bekerja untuk menghidupi keluarga mereka masing - masing.

Sebenarnya keluarga ponari adalah orang - orang yang kejam yang memakai pertolongan sesama sebagai kedok mereka. Karena keluarga telah merampas hak - hak ponari untuk hidup, bebas bermain, dapat bergaul bersama teman-temannya dan masih banyak hak-haknya yang telah terampas oleh keluarga ponari sendiri.

Diharapkan kepada keluarga utuk dapat menghentikan perbuatannya untuk mengexploitasi ponari dengan kedalih menolong sesama. Biarkan ponari menikmati kebahagian yang menjadi haknya, biarkan sang dukun cilik bermain bersama temannya. Dan Wahai orang tua Ponari terlebih lagi sang ibu, Apakah kalian sebagai orang tua tidak meresa iba terhadap ponari yang siang malam harus bekerja keras hanya untuk memenuhi keinginan dan ketamakan para anggota keluarga, sadarlah ia masih anak - anak, ia masih butuh orang tua untuk tempat ia mengadu dan berbagi kasih, jangan biarkan dia menanggung beban hidup yang masih belum pantas untuk ditanggungnya.

Thursday, February 19, 2009

Maafkan Diriku Gadis Kecilku

Hari ini Jum'at lagi............. hemmmmmmmmmm hatiku sedih. Aku menyambut hari jum'at ini tidak seperti jum'at biasanya yang selalu bahagia dan pulang tepat waktu. Seharusnya sih aku gembiri karena hari sabtu dan minggu adalah hari keluarga. Hari dimana aku dapat banyak meluangkan waktu bersama gadis-gadis kecilku, dan juga sang pahlawanku, tapi tidak untuk jum'at ini. Memang sih aku masih punya waktu sabtu dan minggu untuk menyibukkan diri dirumah, namun hari seninnya aku harus rela pergi keluar kota, ini namanya konsekwensi kerja.

Sebenarnya sih aku udah sering pergi keluar kota, berhari-hari meninggalkan keluarga, tapi yaa itu, bila kulihat wajah manis gadis-gadis kecilku hatiku miris rasanya tak rela mininggalkan mereka, rasanya aku tak ingin jauh dari mereka sedetikpun, seinchipun. Rasanya ingin selalu dekat mereka mendengar tangis, tawa, jeritan dan kelucuan yang membuatku selalu rindu.

Bila kuingat kelucuan si kakak dan imaginasinya saat ini aduhhhhhhhh menggemaskan, berlaku seperti orang dewasa dan ingin melakukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Tadi malam aja dia bantuin aku memasak, ma..ma...ma... tatak acak uda yaaaaaaa.... yaaaaaaaa dia merayuku dengan bahasa planetnya agar aku mengizinkannya ikut memasak bersamaku. Menangnya kakak bisa masak tanyaku ica, nok nihhh, ayulna tatak uat....... jawabnya untuk meyakitkanku sambil ditunjukkannya sayur yang lagi petiknya (lebih tepatnyasih disobek-sobek dan dihancurkan dari pada dipetik). Bagus.... Itu namanya anak pintar, komentarku pada sang kakak. Mendengar komentarku dia makin semangat untuk memetik dan mengobok - obok sayuran yang ada didepan matanya. hehhhhhhmmmmmmmmmm selaku dalam hati sambil senyum mengembang dibibirku melihat tingkahnya membantuku memasak.

Atau dikala aku membayangkan si adik, aku sering tersenyum sendiri. Setibanya aku dirumah di setiap sore usai jam kerja kantor adik akan selalu menungguku di depan pintu rumah seusai mandi sore sambil duduk di becak favoritnya. Adik akan selalu molompat-lompat kegirangan dan mengoyang - goyangkan tangannya bila mendengar deru motorku di kejauhan, seakan-akan dia ingin berkata, nah ini dia mama pulang, kan suara motornya udah kedengaran ini pasti mama. Adik akan terus melompat sampai dia melihat aku mematikan mesin motor dan membuka helm lalu tersenyum lebar melihat wajahku. lalu keluarlah komat kamitnya, mama, ma, ma, mama, mama, mama, ma....maaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmaaaaaa..... sambil dia mengangkatkan kedua tangannya minta di peluk dan digendong. mantranya akan selesai diucapkan bila adik telah ada dalam gendonganku.

Tapi upsss aku tak boleh cengeng dan terlalu sentimentil, life must go on. Aku tidak boleh menunjukkan kesedihanku kepada mereka. Gadis-gadis kecilku tak boleh tahu kalau aku sebenarnya sedih karena bila tahu mereka akan lebih sedih dari diriku tentunya, bukankah yang diketahui oleh gadis-gadis kecilku dan juga sang pahlawanku, aku adalah ibu yang tegar dan selalu bersemangat, yang selalu tersenyum walaupun setelah seharian lelah bekerja, juga selalu tertawa riang bila bermain bersama mereka dan selalu bernyanyi dengan suara yang pas-pasan ketika mereka hedak tidur.

Gadis kecilku tetaplah jadi anak yang baik yaaaa........... maafkan daku yang selalu meninggalkan kalian di rumah tapi satu yang pasti cintaku hanya untuk kalian, kalian adalah semangat dalam hidupku, pelupur laraku dan yang menjadikan aku ibu yang kuat dan tegar.






Sunday, February 15, 2009

Bangga dengan hasil karya Bangsa sendiri


Iseng - iseng baca berita, saya membuka situs liputan 6 dot com, saya tertuju dengan berita sederhana tapi menarik untuk dibaca tentang kewajiban PNS Temenggung untuk memakai sepatu lokal. Berita ini sederhana tapi bagi saya ini sangat menarik karena adanya niat baik dari pemerintah Temenggung untuk menggalakkan pemakaian sepatu buatan lokal. Bukankah biasanya para pejabat, artis dan orang - orang gede dan gedongan biasanya bagga dengan produk luar negri yang katanya sih lebih bergengsi dan berkelas. Bila wacana ini di jalankan oleh para pejabat tinggi di temenggung saya yakin hal tersebut akan di contoh oleh PNS yang lainnya dan bukan tidak mungkin seluruh warga temenggung suatu saat kelak akan memakai sepatu produksi lokal.

Bila hal yang sederhana ini terjadi maka banyak aspek yang akan terangkat dan membaik di masa akan datang, salah satunya adalah membaiknya pangsa pasar sepatu lokal di temenggung. Bila ini terjadi maka akan memperbaiki perekonomian para pengrajin sepatu, dengan membaiknya ekonomi mereka maka secara tidak langsung perekonomian masyarakat sekitar akan membaik dan semakin maju.

Yang jelas niat baik yang sederhana ini jangan hanya menjadi wacana ketika baru menjabat namun hendaknya benar-benar di jalankan. Bukankah hal tersebut akan menghemat warga temenggung sendiri, karna apabila kita bandingkan antara produk lokal dengan produk luar bukankah harga produk lokal ini harganya jauh di bawah produk import. Satu yang saya tahu bahwa peristiwa besar itu berasal dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Maka apabila masyarakat Temenggung dapat menjalankan hal sederhana ini nantinya akan menjadi peristiwa yang sangat besar untuk masyarakat temenggung bahkan masyarakat dunia.

Bila kita mua menyadari bahwa sebenarnya banyak yang telah dilakukan oleh orang-orang Indonesia ini adalah hal - hal dan peristiwa besar. Mari kita lihat salah satu contohnya : Film laskar pelangi karya sutradara Ririn Riza yang di angkat dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata telah menyihir penduduk berlin yang menontonnya. masih dari sisi seni, lagu-lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi indonesia, band - band indonesia merajai seluruh tangga lagu malaysia malah artis - artis malaysia tak mampu menggeser kepiawaan musisi indonesia dalam membuat lagu dan musik.

Ini adalah contoh terkecil dari kehebatan insan-insan indonesia dalam kancah dunia, dan apabila kita mau bangun dan sadar bahwa sebenarnya orang-orang indonesia itu adalalah orang besar dan hebat, cuma mungkin kita sendiri belum mau membanggakan diri sendiri. Kita sibuk mencontoh dunia luar hanya kulit luarnya saja.

Belajar dari orang-orang luar (negara barat) bahwa sebenarnya ketika orang mempunyai ide mereka meramunya dalam bahasa komunikasi dan promosi yang afik dan bagus kadangkala terkesan dilebih-lebihkan dari hal yang sesungguhnya. Padahal bila kita melihat real dari ide tersebut tampa bermaksud kesan mengejek kadang terucap dari bibir kita, ohhh ini, atau cuma ini, mungkin kita akan bilang hanya sebegini aja tohhh.

Sedangkan kita orang-orang Indonesia itu terlatih dan terbiasa melakukan hal besar tapi kita tidak menyadari hal yang dilakukan adalah hal yang besar. Kita terus saja melakukanya tampa kenal lelah dan pamrih. Mungkin karena budaya kita yang tidak suka menyombongkan diri kita tidak suka mengexpost ide-ide kita, atau kita lebih sering mengharapkan orang lain yang mengexpostnya. Negara dan bangsa Indonesia ini belum menyadari pentingnya ahli-ahli komunikasi untuk mempromosikan Indonesia.

Satu hal yang paling penting adalah mari mulai dari sekarang kita bangga dengan budaya kita, bangsa kita dan apapun itu tentang Indonesia bahwa sebenarnya bila kita mau, bila masyarakat Indonesia ini mau berusaha kita bisa lebih hebat dari negara lainnya di dunia. Sekarang tergantung insan Indonesianya Apakah mau dan bisa bangga dengan Indonesia?


Wednesday, February 11, 2009

aku dan kerinduan dengan masakan rumah


Beberapa minggu belakangan ini aku lelah sekali dengan pekerjaanku yang menumpuk dan di kejar-kejar deadline. Rasanya aku ingin sesuatu yang berbeda, tapi apa yaaa, aku terus saja berpikir dan menerawang terasa olehku seperti ada yang kurang dari diriku (kalau iklan di TV bilang sih katanya seperti tidak ada taste begitu) setelah kupikir-pikir aku rasanya merindukan sesuatu yang aku tak tau itu apa. Aku terus saja berpikir sampai pusing kepala ku memikirkan apasih sebenarnya keinginanku......

Mondar-mandir aku berjalan memikirkannya seolah - olah aku sedang memikirkan proyek yang besar sampai - sampai temanku bingung dan bertanya, hai bu lagi mikirin apa? udah nanti aja pekerjaannya dipikirin sekarang kita makan yuk..... Dia mengajak. Hari ini aku bawa nasi dari rumah sayurnya tumis kangkung sama ikan goreng sambel. Mendengar ocehan temanku langsung aku berteriak seperti orang yang baru menang undian.... AKU TAHU.. AKU TAHU.... Ujarku dengan suaraku yang besar memenuhi seluruh ruangan sampai semua teman melihatku dengan mata mereka yang melotot dan terkejut. Yaaaaaa ku tahu sekarang ternyata aku pingin makan dengan masakan rumah atau lebih tepatnya menu khas daerah yang selalu ku santap. Karena belakangan ini aku lebih banyak menyantap makanan cepat saji.

Sebenarnya sih aku makan makanan cepat saji bukan hanya karna pekerjaan tapi karena menu makanan yang dekat dengan kantorku itu ya makanan sejenis KFC, A&W dan Fizza.... jadi kurang ada pilihan kalaupun mau cari yang sedikit berbeda agak jauh dan aku males untuk keluar kantor dan seperti biasanya keputusanku ya terpaksa ku santap juga makanan cepat saji tersebut.

Dengan hati riang dan gembira aku pergi ke ruang dapur yang ada di kantor tentunya bersama sang teman yang menawarkan makanannya....... Tanpa malu - malu aku bertanya serius nih nawarin aku makan????? iyaaa... kebetulan hari ini aku bawa nasi dan lauknya banyak!!! Ujar temanku, langsung saja Tanpa babibu lagi ku santap nasi dan lauk itu, aku makan dengan lahapnya seperti tentara yang baru pulang dari perang yang baru hari ini lihat nasi dan ikan. wahhhhhhhhhhh nikmat aku berceloteh setelah habis sepiring penuh nasi yang merah karena ku aduk dengan sambel yang banyak juga ada seonggok tumis kangkung beserta ikannya. Rasanya seperti mendapatkan kenikmatan yang luar biasa, bagaikan musafir yang berjalan di pandang yang tandus datanglah hujan menyirami yang musafir begitu nikmat.

Setelah selesai makan dan cuci tangan tak lupa ku ucapkan terima kasih dan sedikit komentar eeeeeeeenakkkkkkk tenan, mantap. Senang hati teman ku mendengar komentarku, kan dia bangga ternyata masakannya enak dan mantap padahal sebenarnya aku yang sangat kelaparan dan terlalu dahaga dengan menu masakan rumah tapi tak apalah toh dia senang dan akupun lebih senang lagi makan gratis dan enak.

Kalau ku pikir-pikir ternyata menu khas Indonesia itu lebih enak lho dari pada makanan cepat saji, kan rasanya komplit ada manis, asam, asin, dan ada pedasnya. Kalau menu kita itukan bisa di bilang multi rasa dan multi warna (dibilang multi warna karena biasanya di sayur itu selain ada warna putih atau kuning, ada warna hijaunya dari daun, warna merah dari cabe merahnya, atau coklat dari bahan yang lainnya) tapi kenapa yaaa orang terlalu membangga - banggakan makanan import yang menurutku itu kurang mengigit rasanya, yang ada cuma asin dan pedas saos tidak berkuah lagi dan satu yang pasti mahal plus pajak lagi.(hehehehe tapi aku termasuk korbannya juga sih).





Sunday, February 8, 2009

Masih Manusiakah kita? atau binatang yang lebih manusiawi dari manusia


Beberapa hari ini seluruh media menyoroti tentang aksi demo dan pemukulan ketua DPRK Sumatera Utara yang berbuntut kepada kematian. Semua stasion televisi lokal yang ada di sumatera Utara maupun stasion TV nasional di Indonesia meliput dan membahas tragedi domonstrasi yang katanya dilakukan oleh para intelektual di Medan yang menginginkan pembentukan provinsi baru yaitu propinsi tapanuli.

Masih banyak rangkaian kejadian dan demonstrasi yang berujung dengan anarkis, yang kesemuanya itu hanya menghasilkan hujatan, pengrusakan dan juga penderitaan. Sepertinya semua orang di Indonesia ini lebih mengedepankan ego dan emosi dari pada kesadaran dan mawas diri. Padahal mahluk dimuka bumi yang mempergunakan ego dan emosi itu adalah binatang. Bukankah manusia bila berbuat dan bertindak mempergunakan akal pikiran dan iman (kesabaran). tapi yang banyak di pertontonkan belakangan ini adalah prilaku-prilaku binatang yang mementingkan emosi dan ego.

Tapi mari kita kedunianya binatang, sepertinya binatang sendiri bila menginginkan sesuatu tidak langsung menerkam dan menerjang. Bila kita memiliki waktu sejenak marilah kita sebagai manusia memikirkan prilaku binatang. contohnya binatang yang dekat dengan kehidupan kita sehari - hari yaitu kucing. Lihatlah si kucing, sang kucing akan mengeong dengan lembut dan manis ketika melihat makanan dan ingin memakan makanan tersebut, mengeong -ngoeng beberapa kali hingga sang pemilik makanan tau bahwasanya si kucing menginginkan makanan tersebut, sampai akhirnya sang pemilik makanan menyadari ada kucing yang mengincar makanannya dan apabila si pemilik makanan baik ia akan membagikan makanan tersebut kepada sang kucing. Si kucing terus mengeong dan mengelus - ulus sang pemilik makanan dengan bulunya yang lembut sehingga si pemilik makanan terketuk hatinya untuk memberi.
Begitu juga dengan binatang yang sangat buas sekaliber harimau dan singa. Ketika si raja rimba ini ingin mengambil makanan bukanlkh dia akan memantau si umpan terlebih dahulu, sehingga si umpan tau bahwa dirinya akan dimakan. Sang raja rimba saja memberikan kesempatan kepada umpannya untuk berlari dan menyelamatkan diri.

Kini kita kembali ke dunianya manusia, mari kita lihat manusia Indonesia yang katanya mementingkan demokrasi dan hak - hak azazi manusia. Manusia Indonesia yang katanya memiliki pengetahuan tinggi ketika ingin menyampaikan keinginannya melakukan berbagai cara salah satunya demostrasi. Kalau dulunya orang -orang mendengar kata -kata demokrasi akan menjadi salut dan bangga tapi sekarang bila orang mendengar kata kata demostrasi langsung akan membayangkan hal-hal yang buruk, hujatan, caci maki, pelemparan, pengrusakan dan semua hal yang berhubungan dengan perbuatan anarkis. Manusia Indonesia sekarang tidak lagi santun dan elegan ketika mengemukakan pendapat, memaksakan keinginannya kepada orng lain dan berbagai macam prilaku yang bertentangan dengan prilaku kemanusiaan bahkan binatang sekalipun.

Dalam kondisi yang seperti ini kita harapkan masih ada orang - orang yang memakai akal pikiran dan imannya ketika bertindak dan berbuat karena bila semua orang main paksa dan menang sendiri apa kata anak cucu kita nanti....... Siapa yang akan menjadi contoh dan panutan anak cucu kita di masa yang akan datang. Akankah kita membiarkan mereka malu kepada leluhur mereka atau malah mereka berbuat lebih parah dari para sang leluhur.